Subhanallah, Ini Pahala Nafkahi Keluarga Dengan Jalan Yang Halal

Written by Fuego on December 20, 2020 in Langkah awal membuka bisnis with no comments.

Namun, jangan salah lho Ladies, karena bekerja bisa jadi salah satu cara menjadi wanita energik. Wanita menjadi tulang punggung keluarga juga bisa tetap berbahagia loh, Ladies. Berikut ini tips-tips yang bisa diterapkan agar wanita bisa tetap selalu bahagia meski memiliki peran sebagai tulang punggung keluarga.

Lewat studi tersebut, berkarier pada wanita menciptakan kebanggaan tersendiri. Bila suatu hari para wanita ini memutuskan untuk berhenti bekerja, maka mereka tidak akan merasa seperti pria yang sering kali dihujani pandangan merendahkan, khususnya di lingkungan Slot Online Terbaik konservatif. Meski di Indonesia fenomena ini sering kali dianggap sebagai sebuah penyimpangan norma, tapi sebetulnya pertukaran peran ini dapat bernilai positif. Pajak untuk sembako dan pendidikan diklaim tidak membebani masyarakat kelas bawah.

Maka dari itu apabila Ladies merasa lelah karena menjadi tulang puggung keluarga, ingatlah orang-orang tercinta yang selalu memberikan Ladies semangat. Jangan lupa juga lakukan beberapa cara menghilangkan bosan di rumah dan di kantor dengan melakukan hal-hal positif. Semua pekerjaan rumah harus dia kerjakan sendiri setiap harinya. Mulai dari memasak, mencuci dan membersihkan rumah dikerjakan sendirian oleh gadis yang kini duduk di bangku kelas XI Tsanawiyah dengan bantuan dana PKH ini.

Hal itu disampaikan pendiri komunitas Mother Hope Indonesia Nur Yana Yirah dalam perbincangan bersama Merahputih.com. “Ayah harus dilibatkan agar ibu tahu bahwa tugas pengasuhan tidak seluruhnya dipegang oleh ibu seorang,” kata Nur Yana. Hal ini membuat sosok Chika tumbuh tegar sebagai wanita hebat bagi keluarganya. Menjadi tumpuan keluarga, Chika yang selalu tampak dekat dengan sang Mamanya ini harus membiayai kebutuhan hidup keluarganya.

Setiap hari, biasanya usai Subuh hingga jam 6 petang, namun saat siang hari dia harus menyempatkan diri pulang ke rumah. “Enaknya juga bisa sefleksibel ini ya, karena aplikasinya bisa di on maupun off sewaktu-waktu,” tuturnya. Pada 2016, wanita yang akrab disapa Uni Liza itu memperoleh informasi bahwa BRI memiliki program yang menggandeng para pedagang kecil untuk menjadi Agen BRILink. Kepala Dinas Sosial dan Kabupaten Tuban Nur Jannah dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan wujud dari perhatian pemerintah untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu di bidang rias. “Ini adalah untuk meningkatkan ekonomi peserta pelatihan, diharapkan juga meningkatkan penghasilan ibu-ibu,” ucapnya kepada peserta pelatihan.

Sebelum memutuskan untuk mengambil cicilan, hitung terlebih dahulu pendapatan dan pengeluaran. Pastikan jumlah cicilanmu tidak lebih dari 30% dari penghasilan. Besar kecil penghasilan, sudah seharusnya disisihkan untuk berbuat kebaikan. Di dalam agama juga diperintahkan bagi setiap orang untuk beramal. Maka dari itu, alokasikan 10% dari penghasilan untuk berbuat kebaikan. Penulis buku investasi Rudiyanto dalam blognya di Kontan.co.id menyatakan bahwa namanya pendapatan harus dihabiskan.

Selanjutnya, untuk menjaga pengeluaran tetap stabil, asuransi merupakan hal yang harus disiapkan. Baik asuransi jiwa, asuransi kesehatan, hingga asuransi pendidikan anak. Hal itu terlintas sejenak dalam ruang pikiranmu tanpa kamu sadar hasil yang kamu dapatkan tetap akan berbeda dengan orang lain yang menurutmu dengan kemudahan. Mereka tidak punya cerita dari sebuah perjuang hidup, mereka tidak punya pengalaman bagaimana menahklukan kehidupan yang tidak mudah di luar sana dan kamu punya pelajaran hidup yang luar biasa dari sebuah proses yang panjang. Hal itu menjadi privilage alami untuk membentuk dirimu survive pada dunia.

Menjadi tulang punggung bagi keluarga

Tahun 2005, Dewi memutuskan untuk menjadi tukang ojek karena ia tidak tahu lagi mau bekerja apa pasca perceraiannya dengan suaminya yang selama menikah tidak pernah memberikan nafkah untuk dirinya dan anak-anaknya. Setelah bercerai, ia sempat frustasi mengingat keempat anaknya yang menjadi tanggungan hidupnya. Namun ia mengaku mendapat ilham dan bangkit dari keterpurukannya. Saat pertama menjadi tukang ojek, wanita berusia 37 tahun ini sempat merasa malu namun akhirnya ia sadar karena yang terpenting adalah ia mendapatkan rezeki yang halal. Dewi pernah mencoba profesi lainnya yaitu berjualan makanan namun usahanya tidak pernah maju dan merugi karena lebih banyak dikonsumsi sendiri. Sekarang ini Dewi tinggal menumpang hidup dengan kedua orang tuanya.

Dengan demikian, hak dan kewajiban suami-istri begitu besar, terutama bagi seorang suami, dan masing-masing dari mereka harus memikulnya dengan penuh tanggung jawab dan bersikap amanah, agar keluarga samara yang didambakan dapat terwujud. Jika kondisi pertama yang terjadi, mau tidak mau istri harus mengambil peran tersebut. Karena meninggalnya suami maka otomatis beban untuk memenuhi kebutuhan harus dipikul oleh istri seorang diri. Untuk kasus perceraian sebenarnya suami masih mempunyai tanggung jawab menafkahi anak-anak.

Comments are closed.